Kuliner Siang Bolong di Mie Baso Mas Kiran Taman Kopo Indah Bandung

Begitu sampai di bilangan Pasar Sayati, saya mengingatkan suami untuk mampir nge-bakso dulu. Tapi kedainya udah kelewat, kedai yang dimaksud berlokasi di Taman Kopo Indah. Mengetahui hal ini, suami langsung mengarahkan kendaraannya ke jalan Manglid, sebuah jalan pintas yang bisa membawa kami ke kedai yang dimaksud.

Mie Baso Mas Kiran, itu nama tempat yang sudah saya incar sejak beberapa hari ke belakang. Saya sangat gemar sekali kuliner khususnya mie bakso. Dan mie bakso-nya Mas Kiran menjadi wishlist beberapa waktu terakhir dan baru hari ini (Kamis, 23/11) di siang hari bolong, panasnya bikin haus dan lapar -- kesampaian menyambangi dan menikmati menu bakso yang ada di kedai tersebut.


"Selamat Datang di Mie Baso Mas Kiran" seperti itu redaksinya yang terpampang di spanduk yang menempel di roda gerobak permanen persis tempat suami saya memarkirkan motor.

Oh ya... Perjalanan kami bisa sampai ke Mie Baso Mas Kiran ini setelah sedari pukul 9.30-an pagi mengantar suami berbelanja. Dia lagi perlu busana buat memenuhi permintaan pengundang, agar datang dengan busana nusantara.

Alhamdulillah ... setelah mengitari lantai 2 Matahari yang ada di Citylink - bisa juga menemukan kemeja dan celana yang diatur senada padu-padannya. Busana yang dicari adalah kemeja bernuansa etnik atau nusantara untuk dikenakannya di sebuah undangan yang mengharuskan memakai baju dengan ciri (dresscode) tema nusantara

Kami berdua sempat rehat sejenak sebelum benar-benar meninggalkan Festival Citylink usai berburu kemeja dan celana panjang siang tadi.

risya dan adetruna ngaso sejenak di kedai chat time festival citylink


Setelah menempati kursi yang berada di sebelah kanan bangunan kedai Mie Baso Mas Kiran, saya dan suami pun mulai memilih menu sesuai selera masing-masing. Saya memesan mie baso kuah ditambah pangsit, sedangkan suamiku lebih memilih bihun baso kuah.

Sambil menunggu pesanan dihidangkan, suami saya mengambil beberapa gambar menggunakan kamera mirrorless Canon M3 - yang kelihatannya, dia belum begitu menguasai cara pakai dengan mumpuni (wajar sih orang dia baru kok memiliki kamera seperti itu).



Pun saat pesanan datang, dia menyempatkan memotret beberapa foto sebagai arsip dan berikut foto-fotonya ...





Ada yang menarik dari pengumuman yang nempel di dinding kedai, bahwa jika kondisinya ramai sampai antri, maka pengunjung diberi nomor antrian. Dan agar pengunjung merasa tenang ada garansi dijamin yang pertama kali datang yang dilayani.
Adapun minumnya, kami berdua sama-sama memesan jus sirsak.


Menyoal citarasa, Mie Baso Mas Kiran ini punya ciri khas. Tadi tercium semacam aroma pala atau jahe - tapi entah itu bumbu apa lebih tepatnya? Yang pasti aromanya itu menyeruak masuk ke penciuman saya.

Dan kuah dari baso yang dipesan oleh kita ini cukup segar dan suami nampak lahap sekali menikmati suap demi suap bihun baso kuah yang dia pesan. Lalu soal kekenyalan, kekenyalan bakso yang disertakan di dalam 1 mangkok pesanan kami terbilang cukup.

Tidak terlalu kenyal dan tidak terlalu lembek, pas sekali. Tidak ada isi dalam bakso yang kami santap berdua tadi siang.

Usai juga petualangan kami menikmati Mie Baso Mas Kiran di siang hari tadi. Kami pun harus melanjutkan perjalanan pulang. Dan waktu menunjukkan pukul 14 lebih saat tiba di sekolah dasar negeri Cingcin saat menjemput buah hati kami yang bungsu, Nadya.



Setelah lengkap bertiga - akhirnya, kami pun beranjak dari SDN Cingcin dan masuk ke dalam rumah. We're home!

No comments:

Powered by Blogger.